Datin main dengan gigolo

Rated 4.64/5 based on 774 customer reviews

Dan percaya atau tidak, cerita ini kami tulis sebagai selingan setiap kali kami melakukan hubungan seksual.Keluarga Pak Rudy, tempatku tinggal, adalah keluarga kaya dan terpandang di seantero propinsi Sulut.Mbak Lisa juga begitu, sekarang ia betah di rumah, sejak ada aku kami memang kerap ngobrol pada malam harinya.Biasanya hanya ngomong masalah kehidupan luar negeri atau perkembangan di negara ini.Ini adalah kisahku waktu melakukan sebuah penelitian ilmiah di Manado, kota yang terkenal dengan kecantikan wanitanya.

Salah satu dari para pejabat itu pula yang memberiku kehormatan untuk tinggal bersama keluarganya di sebuah kawasan khusus pejabat pemerintah dan pengusaha terkenal di kota itu.Seperti kebanyakan perempuan Manado, kulit Mbak Lisa (demikian aku memanggilnya) putih bersih, tubuhnya lebih mirip gadis Amerika sono ketimbang orang melayu. Tak kalah cantiknya istri Pak Rudi, aku biasa memanggilnya Ibu, untuk menghormati kedudukannya sebagai pengatur kehidupan rumah tangga itu, orang mengenalnya dengan panggilan Bu Linda.Hidungnya mancung dengan bibir yang sensual sekali. Tubuhnya biasa saja, tak terlalu langsing dan tidak gemuk, pas.Badanku biasa saja dengan tinggi 170 cm kulit kuning langsat, wajah sering dapat pujian (nggak nyombong lho).Ada yang aneh dalam diriku, di usiaku yang sekarang aku begitu menyukai wanita paruh baya yang berumur antara 37 sampai 45.

Leave a Reply